Tanya Jawab Tentang The Last Queen, Rinjani100 Kategori 162


Setelah saya rilis tulisan tentang pengalaman saya mengikuti Rinjani100 Kategori 162 di Blog, ada beberapa pertanyaan menarik dari Mbak Widita teman IG saya. Pertanyaannya cukup banyak dan menarik. Semoga jawaban saya berikut bisa diterima, hehehe.

  1. Itu kenapa pilihannya ganti In Sole mas? Gak sekalian Sepatu waktu di WS Drop bag? Asumsiku kan klo sepatu basah semuanya bahas juga walaupun ganti in sole nanti in sole yang baru pasti kena basah : Kalau ganti sepatu kasian nanti kaki saya menyesuaikan lagi bentuk form sepatu yang baru. Sementara kalau ganti insole, alasannya adalah  pasir Rinjani yang masuk ke sepatu membuat insole bawaan jadi agak rusak, lapisan pelindungnya mengelupas. Belum lagi kondisi rute rinjani yang brutal, naik turunnya curam, bikin cepat rusak insole.
  2. Makanan TNI itu harus di panasin dulu kah? Atau bisa langsung makan? Yes kalau saya harus dipanasin di atas kompor, bukan diseduh, bukan nasi instant. Ini sebenarnya nasi yang udah jadi, cuma biar enak makanya saya panasin. Walaupun gak dipanasin  sebenarnya bisa langsung dimakan tapi nasinya agak keras dan kurang nyaman di mulut.
  3. Saat di summit kan mas Iwan menggunakan metode 10 - 5.. setiap 10 langkah jalan, lalu berhenti, dan saat berhenti mas iwan hitung 5x? Ini cara yang saya pakai ketika dalam kondisi kepayahan di Letter E. Lima itungan itu durasinya lima langkah, jadi kalau langkahnya pelan, lima itungannya juga pelan. Tapi ini gak baku ya, polanya mirip latihan interval. 
  4. Sempat kena gejala AMS kah? Kan soalnya dari 0 mdpl  ke 3700an. justru kalau jalan dari 0 mdpl malah gak perlu aklimatisasi. Karena yang perlu aklimatisasi itu kan kalau kita berbeda ketinggian secara mendadak.
  5. Selama race kan sempat demam ya? Selain paracetamol ada obat2an lain yang di minum? demamnya lebih karena kepanasan waktu summit rinjani, demam karena kulit wajah, tangan inflamasi, bukan demam karena sistemik badan. jadi masih aman banget
  6. Segment yang paling buat mas Iwan stress apa? segmen paling berat jelas summit Rinjani, jalur uphill sepanjang 3 km, trek berpasir, yang harus saya hadapi selama 3 jam, gak ada rute seganas ini di Pulau Jawa bagian manapun
  7. Management stress mas Iwan gimana kah? harus dinikmati segala sesuatunya sebagai momen jalan-jalan, bukan berkompetisi, momen buat belajar geografi dan geologi, menikmati keindahan Rinjani dan Sembalun.
  8. Selama 54 jam race mas Iwan tanpa musik/headphone sama sekali? gak pake musik, saya termasuk yang menganut mahzab no earphone selama race. Pertimbangannya, di alam itu ada risiko tanah longsor, binatang buas, pohon tumbang, petir dan sebagainya. Alarm pertama dari semua itu adalah melalui suara. Selain itu antisipasi kalau ada keadaan darurat dari lingkungan sekitar, bahaya banget kalau kuping kita tuli
  9. Di blog di bagian yang senaru - torean (wisata air terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile) itu ada part mas Iwan menggunakan HP untuk navigasi, itu  kenapa dgn GPX di smartwatch? jalurnya GPXnya gak clear atau gimana? aku gak pernah upload gpx di jam walaupun jam Amazfit Trex 3 saya punya fitur itu. Navigasi di HP lebih enak, lebih detail. Banyak case orang nyasar walau pasang gpx di jam, karena tampilan di jam tidak sedetail di hp
  10. Menurut mas Iwan nih Susahan Rinjani kategori 60K atau Mantra 68K? jelas lebih susah Rinjani60 k. kemarin banyak finisher mantra 68 yang rontok di rinjani 60 km. Bahkan finisher Mantra kategori 116 km pun belum tentu bisa nyelesaiin rinjani 60 km under COT.
  11. Menurut mas iwan lagi nih.. Jika aku pengen Ikut rinjani100 kategori 60K, tips dari mas Iwan apa? latian lebih keras, harus berdamai dengan tanjakan gradien berapapun, pahami kondisi tubuh, banyak yang dnf bukan karena gak kuat, tapi masih berkutat soal urusan lambung, yang paling penting, harus punya race time plan management. Jangan main hajar buta di awal.
Oh ya beberapa teman juga nanya dimana saya beli barang-barang keperluan Rinjani100. Berikut adalah item dan linknya bisa diklik di tulisan warna biru (saya bukan brand ambasador dan affiliator ya)

  1.  Kaos kaki PDL Target
  2. Nasi Naraga TNI
  3. Insole sepatu untuk sepatu Hoka Speedgoat 6 sangat pas
  4. Pouch anti air, supaya isi vest bisa lebih rapih dan melindungi bawaan dari air
  5. Mangkuk lipat sebagai mandatory gear
  6. Sarung tangan tebal, ini ampuh mencegah dingin di telapak tangan tapi terlalu kaku
  7. Topi ringan dan lidah topinya lumayan panjang, cocok buat melindungi wajah saat summit Rinjani
  8. Track Pole Nature Hike bahannya carbon, lumayan ringan & kuat
  9. Emergency Blanket

Komentar